SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG SAYA By MUHAMMAD ANSAR DAUD

Saturday, May 11, 2013


Makalah : Epidemioloi Kesehatan Reproduksi


 
KONSEP REMAJA







O L E H :

MUHAMMAD ANSAR DAUD
K201102194






PEMINATAN EPIDEMIOLOGI
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MANDALA WALUYA
KENDARI
2013






KATA PENGANTAR

             Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul “ KONSEP REMAJA.
              Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kategori sempurna, oleh karena itu penulis dengan hati dan tangan terbuka mengharapkan   saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah berikutnya.
             Selanjutnya dalam kesempatan ini penulis tidak lupa untuk menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam – dalamnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moral dan spiritual, langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan penulisan makalah ini. Semoga Makalah ini dapatbermanfaatbagikita semua.


Kendari,     April 2013

Penulis












BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
“Remaja”, kata itu mengandung aneka kesan. Ada orang berkata bahwa remaja merupakan kelompok yang biasa saja, tiada beda dengan kelompok manusia lain. Sementara pihak lain menganggap bahwa remaja adalah kelompok yang sering menyusahkan orang tua. Pihak lainnya lagi menganggap bahwa usiaremaja sebagai potensi manusia yang perlu dimanfaatkan.
Usia remaja  merupakan masa peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung penerus generasi di masa mendatang.Bila dilihat dari komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin, jumlah remaja menempati posisi yang lebih besar dibanding dengan komposisi umur lainnya. 
Besarnya jumlah penduduk usia remaja ini adalah merupakan peluang dan bukan menjadi masalah bagi pemerintah. Pada tahun 1974, WHO memberikan defensi tentang remaja yang bersifat konseptual.Defenisi ini berdasarkan 3 kriteria biologik, psikologik dan sosial ekonomi. Dari segi umur WHO membagi menjadi remaja awal (10 – 14 tahun) dan  remaja akhir (15-20 tahun). PBB menetapkan usia 15-24 tahun sebagai usia pemuda (youth) dalam rengka menetapkan tahun 1985 sebagai tahun pemuda internasional.
Di Indonesia, batasan remaja mendekati batasan  PBB tentang pemuda kurun usia   14-24 tahun yang dikemukakan dalam Sensus Penduduk 2010. Menurut sensus ini, jumlah remaja Indonesia adalah 147.338.075 jiwa atau 18,5% dari seluruh penduduk Indonesia. Pedoman umum masyarakat Indonesia untuk menentukan batasan usia remaja yaitu 11 – 24 tahun dan belum menikah. 
Pendekataan manapun yang dijalani dan digunakan untuk menentukan masa remaja, sebelum ataupun bersamaan dengan usaha kongkrit dilakukan, sangat perlu adanya pengertian dan pemahaman terhadap remaja.Satu diantara usaha pengertian dan pemahaman dimaksud adalah dengan mengetahui dan mengerti tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja.Khususnya dalam mengantar remaja menuju kematangan psikis dan kematangan sosialnya.

B.     Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang diangkat dalam penyusunan makalah ini adalah :
1.      Pengertian remaja ?
2.      Penggolongan dan ciri-ciri remaja ?
3.      Perkembangan eproduksi, psikologis, perasaan, dan berpikir remaja ?

C.    Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini, selain merupakan tugas Mata Kuliah Epidemiologi Kesehatan Reproduksi, juga bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang remaja dan perkembanganya.










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Remaja
Remaja dalam pengertian umum diartikan sebagai masa baliq atau keterbukaan terhadap lawan jenis.Masa remaja adalah merupakan masa peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa.Masa remaja merupakan suatu masa yang sangat menentukan karena pada masa ini seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis.Terjadinya banyak perubahan tersebut sering menimbulkan kebingungan-kebingungan atau kegoncangan jiwa remaja, sehingga disebut sebagai periode pubertas.
Mereka bingung karena pikiran dan emosinya berjuang untuk menemukan diri, memahami dan menyeleksi serta melaksanakan nilai-nilai yang ditemui di masyarakatnya, disamping perasaan ingin bebas dari segala ikatanpun muncul dengan kuatnya.Sementara fisiknya sudah cukup besear, sehingga disebut anak tidak mau dan disebut orang dewasa tidak mampu.Sehingga para ahli menyebutnya sebagai masa peralihan.

B.     Penggolongan Remaja
Menuru ciri-ciri fisik, perkembangan mental dan seksualitsnya, remaja dapat digolongkan dalam beberapa fase yaitu :

1.    Fase Praremaja/Remaja Awal (usia 12-14 tahun)
a.    Pertumbuhan badan sangat cepat, wanita nampak lebih cepat dari pada laki-laki, sehingga dapat menyebabkan seks antagonisme.
b.    Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering berjalan tak seimbang, sehingga dapat menimbulkan kekakuan dan kekurang serasian.
c.    Seks primer dan skunder mulai berfungsi dan produktif di tandai dengan mimpi pertama bagi laki-laki, dan menstruasi pertama bagi wanita.

2.    Fase Remaja/Remaja Tengah (usia 14-18 tahun)
a.    Bentuk badan lebih banyak memanjang daripada melebar, terutama bagian badan, kaki dan tangan.
b.    Akibat berproduksinya kelenjar hormon, maka jerawat sering timbul di bagian muka.
c.    Timbulnya dorongan-dorongan seksual terhadap lawan jenis, akibat matang-nya kalenjar seks.

3.    Fase Adolescence/Remaja Akhir (usia 18-21 tahun)
a.    Pertumbuhan badan merupakan batas optimal, kecuali pertumbuhan berat badan.
b.    Keadaan badan dan anggota-anggotanya menjadi berimbang, muka berubah menjadi simetris sebagaimana layaknya orang dewasa.

C.    Perkembangan Reproduksi Remaja
Pada masa remaja seseorang mengalami pertumbuhan fisik yang lebih cepat dibandingkan dengan masa sebelumnya.Ini nampak pada organ reproduksinya, dimana biologik sampai pada kesiapan untuk melanjutkan keturunan. Ciri  sekunder individu dewasa adalah pada pria tampak tumbuh kumis, jenggot dan rembut sekitar alat kelamin dan ketiak. Rambut yang tumbuh relatif lebih kasar.Suara menjadi lebih besar, dada melebar dan berbentuk segitiga, serta kulit relatif lebih kasar.Dan pada wanita tampak rambut mulai tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, payudara dan panggul mulai membesar, dan kulit relatif lebih halus.
Sedangkan organreproduksinya juga mengalami perubahan ke arah pematangan yaitu:
1.    Pada pria, sejak usia ini testis akan menghasilkan sperma yang tersimpan dalam skrotum. Kelenjar prostat menghasilkan cairan semen, dan penis dapat digunakan untuk bersenggama dalam perkawinan. Seorang pria dapat menghasilkan puluhan sampai jutaan sperma sekali ejakulasi dan mengalami mimpi basah, dimana sperma keluar dengan sendirinya secara alamiah.

2.    Pada wanita, kedua indung telur (ovarium) akan menghasilkan sel telur (ovum). Hormon kelamin wanita mempersiapkan uterus (rahim) untuk menerima hasil konsepsi bila ovum dibuahi oleh sperma, juga mempersiapkan vagina sebagai penerima penis saat senggama. Sejak saat ini wanita akan mengalami ovulasi dan menstruasi. Pada masa menjelang menstruasi pertama (menarch) remaja putri sangatlah sensitif.


D.    Perkembangan Psikologis Remaja
Kesadaran akan bentuk fisik yang bukan lagi anak-akan menjadikan remaja sadar meninggalkan tingkah laku anakanaknya dan mengikuti norma serta aturan yang berlaku. Hal tersebut menunjukan adanya dorongan aspek psikologis yang menyertainya, yaitu diantaranya adalah :
1.    Menerima kenyataan (realitas) jasmani.
2.    Mencapai hubungan sosial yanglebih matang dengan teman sebaya.
3.    Menjalankan peran-peran sosial menurut jenis kelamin sesuaikan dengan norma.
4.    Mencapai kebebasan emosional (tidak tergantung) pada orang tua atau orang dewasa lain.
5.    Mengembangkan kecakapan intelektual serta konsep untuk bermasyarakat.
6.    Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan  atau jabatan.
7.    Mencapai kebebasan ekonomi, merasa mampu hidup dengan nafkah sendiri, serta mempersiapkan diri untuk melakukan perkawinan.



E.     Perkembangan Perasaan
Berbagai perasaan telah berkembang pada masa remaja perasaan sosial, etis, dan estetis mendorong remaja untuk menghayati perikehidupan masa kematangan seksual.Di dorong oleh perasaan ingin tahu dan perasaan super, remaja lebih mudah terperosok ke arah tindakan seksual yang negatif.
Masa remaja ini adalah masa dimana perasaan masih sangat peka; remaja mengalami badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosinya. Keadaan semacam ini di istilahkannya sebagai “storm and stress”.Tidak aneh lagi bagi orang yang mengerti kalau melihat sikap dan sifat remaja yang sesekali bergairah sangat dalam bekerja tiba-tiba berganti lesu, kegembiraan yang meledak bertukar dengan rasa sedih, rasa yakin diri berganti rasa ragu diri yang berlebihan.Soal lanjutan pendidikan dan lapangan kerja tidak dapat direncanakan dan ditentukannya.Lebih-lebih dalam persahabatan dan cinta, rasa bersahabat sering bertukar menjadi senang.Di masa ini remaja juga ingin mencari kebebasan dan berusaha mencari konsep diri.Pada masa remaja akhir sikap dan perasaan relatif stabil.

F.     Perkembangan Berpikir
Perkembangan berpikir pada remaja itu lebih kritis dibandingkan pada masa anak-anak.Pada fase remaja tingkat berpikir berada dalam stadium operasional formal yang bersifat verbal yang menekankan pada penggunaan rasio atau logika.Kemudian kemampuan berpikir operasional formal nampaknya mencapai kematangan pada fase adolescence, sehingga mampu menyusun rencana-rencana, menyusun alternative dan menentukan pilihan dalam hidup dan kehidupannya.







BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari pembahasan pada Bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik  kesimpulan sebagai berikut :
1.    Remaja dalam pengertian umum diartikan sebagai masa baliq atau keterbukaan terhadap lawan jenis.

2.    Masa remaja adalah merupakan masa peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa.

3.    Menuru ciri-ciri fisik, perkembangan mental dan seksualitsnya, remaja dapat digolongkan dalam beberapa fase yaitu :
a.    Fase Praremaja/Remaja Awal (usia 12-14 tahun)
b.    Fase Remaja/Remaja Tengah (usia 14-18 tahun)
c.    Fase Adolescence/Remaja Akhir (usia 18-21 tahun)

4.    Setelah menginjak usia atau masa remaja, orang akan mengalami berbagai masalah yang kompleks dan berbagai macam perubahan, diantaranya bisa dilihat dari perkembangan fisik, perkembangan psikologis, perkembangan perasaan, dan perkembangan berpikir.

B.       Saran
            Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimana dalam masa ini pikiran seseorang masih sangat peka dan gampak terperosok kesebuah arah membelenggunya. Oleh karena itu diharapkan kepada para pembaca, khususnya remaja untuk lebih berhati-hati dalam mengambil sebuah kesimpulan guna menghindarkan diri dari perilaku remaja yang beresiko.


DAFTAR PUSTAKA

Azwar , Syaifuddin, 2008. Konsep Diri Remaja, Jogjakarta : Pustaka Pelajar
Mappiare, Andi, 1982, Psikologi Remaja, Surabaya: Usaha Nasional.
Mubin dan Ani Cahyadi, 2006, Psikolgo Perkembangan,Ciputat,Quantum
Teaching.
Rumini & Sundari, 2004. Perkembangan Anak Dan Remaja. Jakarta : Rineka
Cipta.

Yusuf, Syamsu. 2009. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya.










No comments:

Post a Comment