Makalah
: Epidemioloi Kesehatan Reproduksi
KONSEP REMAJA
O L E H :
MUHAMMAD
ANSAR DAUD
K201102194
PEMINATAN EPIDEMIOLOGI
PROGRAM STUDI
KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN
MANDALA WALUYA
KENDARI
2013
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat
Allah Yang
Maha Kuasa karena
atas Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul “
KONSEP REMAJA
”.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kategori sempurna, oleh karena
itu penulis dengan hati dan tangan
terbuka mengharapkan saran dan kritik yang membangun
demi kesempurnaan makalah berikutnya.
Selanjutnya
dalam kesempatan ini penulis tidak lupa untuk menyampaikan ucapan terimakasih
yang sedalam – dalamnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moral dan spiritual, langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan
penulisan makalah ini. Semoga Makalah ini dapatbermanfaatbagikita semua.
Kendari,
April 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
“Remaja”, kata itu
mengandung aneka kesan. Ada orang berkata bahwa remaja merupakan kelompok yang
biasa saja, tiada beda dengan kelompok manusia lain. Sementara pihak lain
menganggap bahwa remaja adalah kelompok yang sering menyusahkan orang tua.
Pihak lainnya lagi menganggap bahwa usiaremaja sebagai potensi manusia yang perlu dimanfaatkan.
Usia remaja merupakan masa peralihan baik secara fisik,
psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Remaja adalah aset
sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung penerus generasi di masa
mendatang.Bila dilihat dari komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis
kelamin, jumlah remaja menempati posisi yang lebih besar dibanding dengan
komposisi umur lainnya.
Besarnya
jumlah penduduk usia remaja ini adalah merupakan peluang dan bukan menjadi
masalah bagi pemerintah. Pada tahun 1974, WHO memberikan defensi tentang remaja
yang bersifat konseptual.Defenisi ini berdasarkan 3 kriteria biologik,
psikologik dan sosial ekonomi. Dari segi umur WHO membagi menjadi remaja awal
(10 – 14 tahun) dan remaja akhir (15-20 tahun). PBB menetapkan usia 15-24
tahun sebagai usia pemuda (youth) dalam rengka menetapkan tahun 1985
sebagai tahun pemuda internasional.
Di
Indonesia, batasan remaja mendekati batasan PBB tentang pemuda kurun
usia 14-24 tahun yang dikemukakan dalam Sensus Penduduk 2010.
Menurut sensus ini, jumlah remaja Indonesia adalah 147.338.075 jiwa atau 18,5%
dari seluruh penduduk Indonesia. Pedoman umum masyarakat Indonesia untuk
menentukan batasan usia remaja yaitu 11 – 24 tahun dan belum menikah.
Pendekataan manapun yang
dijalani dan
digunakan untuk menentukan masa remaja, sebelum ataupun bersamaan dengan usaha kongkrit dilakukan, sangat perlu
adanya pengertian dan pemahaman terhadap remaja.Satu diantara usaha pengertian
dan pemahaman dimaksud adalah dengan mengetahui dan mengerti tentang
pertumbuhan dan perkembangan remaja.Khususnya dalam mengantar remaja menuju
kematangan psikis dan kematangan sosialnya.
B.
Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang diangkat dalam penyusunan
makalah ini adalah :
1.
Pengertian remaja ?
2.
Penggolongan dan
ciri-ciri remaja ?
3.
Perkembangan
eproduksi, psikologis, perasaan, dan berpikir remaja ?
C.
Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini, selain merupakan tugas Mata Kuliah
Epidemiologi Kesehatan Reproduksi, juga bertujuan untuk mengetahui lebih jauh
tentang remaja dan perkembanganya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Remaja
Remaja dalam pengertian umum
diartikan sebagai masa baliq atau keterbukaan terhadap lawan jenis.Masa remaja adalah merupakan masa
peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju
dewasa.Masa remaja
merupakan suatu masa yang sangat menentukan karena pada masa ini seseorang
banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis.Terjadinya banyak
perubahan tersebut sering menimbulkan kebingungan-kebingungan atau kegoncangan
jiwa remaja, sehingga disebut sebagai periode pubertas.
Mereka bingung karena pikiran dan emosinya
berjuang untuk menemukan diri, memahami dan menyeleksi serta melaksanakan
nilai-nilai yang ditemui di masyarakatnya, disamping perasaan ingin bebas dari
segala ikatanpun muncul dengan kuatnya.Sementara fisiknya sudah cukup besear,
sehingga disebut anak tidak mau dan disebut orang dewasa tidak mampu.Sehingga
para ahli menyebutnya sebagai masa peralihan.
B.
Penggolongan Remaja
Menuru ciri-ciri fisik, perkembangan
mental dan seksualitsnya, remaja dapat digolongkan dalam beberapa fase yaitu :
1.
Fase
Praremaja/Remaja Awal (usia 12-14 tahun)
a.
Pertumbuhan badan sangat cepat, wanita nampak lebih cepat dari pada
laki-laki, sehingga dapat menyebabkan seks antagonisme.
b.
Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering berjalan tak seimbang,
sehingga dapat menimbulkan kekakuan dan kekurang serasian.
c.
Seks primer dan skunder mulai berfungsi dan produktif di tandai dengan
mimpi pertama bagi laki-laki, dan menstruasi pertama bagi wanita.
2.
Fase
Remaja/Remaja Tengah (usia 14-18 tahun)
a.
Bentuk badan lebih banyak memanjang daripada melebar, terutama bagian
badan, kaki dan tangan.
b.
Akibat berproduksinya kelenjar hormon, maka jerawat sering timbul di bagian
muka.
c.
Timbulnya dorongan-dorongan seksual terhadap lawan jenis, akibat matang-nya
kalenjar seks.
3.
Fase Adolescence/Remaja Akhir (usia 18-21 tahun)
a.
Pertumbuhan badan merupakan batas optimal, kecuali pertumbuhan berat badan.
b.
Keadaan badan dan anggota-anggotanya menjadi berimbang, muka berubah
menjadi simetris sebagaimana layaknya orang dewasa.
C.
Perkembangan Reproduksi Remaja
Pada masa
remaja seseorang mengalami pertumbuhan fisik yang lebih cepat dibandingkan
dengan masa sebelumnya.Ini nampak pada organ reproduksinya, dimana biologik sampai
pada kesiapan untuk melanjutkan keturunan. Ciri sekunder individu dewasa
adalah pada pria tampak tumbuh kumis, jenggot dan rembut sekitar alat kelamin
dan ketiak. Rambut yang tumbuh relatif lebih kasar.Suara menjadi lebih besar,
dada melebar dan berbentuk segitiga, serta kulit relatif lebih kasar.Dan pada
wanita tampak rambut mulai tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, payudara
dan panggul mulai membesar, dan kulit relatif lebih halus.
Sedangkan
organreproduksinya juga mengalami perubahan ke arah pematangan yaitu:
1.
Pada pria, sejak usia ini testis akan menghasilkan sperma yang tersimpan
dalam skrotum. Kelenjar prostat menghasilkan cairan semen, dan penis dapat
digunakan untuk bersenggama dalam perkawinan. Seorang pria dapat menghasilkan
puluhan sampai jutaan sperma sekali ejakulasi dan mengalami mimpi basah, dimana
sperma keluar dengan sendirinya secara alamiah.
2.
Pada wanita, kedua indung telur (ovarium) akan menghasilkan sel
telur (ovum). Hormon kelamin wanita mempersiapkan uterus (rahim)
untuk menerima hasil konsepsi bila ovum dibuahi oleh sperma, juga
mempersiapkan vagina sebagai penerima penis saat senggama. Sejak saat ini
wanita akan mengalami ovulasi dan menstruasi. Pada masa menjelang
menstruasi pertama (menarch) remaja putri sangatlah sensitif.
D.
Perkembangan Psikologis Remaja
Kesadaran
akan bentuk fisik yang bukan lagi anak-akan menjadikan remaja sadar
meninggalkan tingkah laku anakanaknya dan mengikuti norma serta aturan yang
berlaku. Hal tersebut menunjukan adanya dorongan aspek psikologis yang menyertainya, yaitu diantaranya
adalah :
1.
Menerima kenyataan (realitas) jasmani.
2.
Mencapai hubungan sosial yanglebih matang dengan teman sebaya.
3. Menjalankan peran-peran sosial menurut
jenis kelamin sesuaikan dengan norma.
4. Mencapai kebebasan emosional (tidak
tergantung) pada orang tua atau orang dewasa lain.
5. Mengembangkan kecakapan intelektual serta
konsep untuk bermasyarakat.
6. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu
pekerjaan atau jabatan.
7. Mencapai kebebasan ekonomi, merasa mampu
hidup dengan nafkah sendiri, serta mempersiapkan diri untuk melakukan perkawinan.
E.
Perkembangan Perasaan
Berbagai
perasaan telah berkembang pada masa remaja perasaan sosial, etis, dan estetis
mendorong remaja untuk menghayati perikehidupan masa kematangan seksual.Di
dorong oleh perasaan ingin tahu dan perasaan super, remaja lebih mudah
terperosok ke arah tindakan seksual yang negatif.
Masa remaja ini adalah masa dimana perasaan masih sangat peka; remaja mengalami badai
dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosinya. Keadaan semacam ini di
istilahkannya sebagai “storm and stress”.Tidak aneh lagi bagi orang yang
mengerti kalau melihat sikap dan sifat remaja yang sesekali bergairah sangat
dalam bekerja tiba-tiba berganti lesu, kegembiraan yang meledak bertukar dengan
rasa sedih, rasa yakin diri berganti rasa ragu diri yang berlebihan.Soal
lanjutan pendidikan dan lapangan kerja tidak dapat direncanakan dan
ditentukannya.Lebih-lebih dalam persahabatan dan cinta, rasa bersahabat sering bertukar menjadi senang.Di masa ini remaja juga ingin mencari kebebasan
dan berusaha mencari konsep diri.Pada masa remaja akhir sikap dan perasaan
relatif stabil.
F.
Perkembangan
Berpikir
Perkembangan berpikir
pada remaja itu lebih kritis dibandingkan pada masa anak-anak.Pada fase remaja
tingkat berpikir berada dalam stadium operasional formal yang bersifat verbal
yang menekankan pada penggunaan rasio atau logika.Kemudian kemampuan berpikir
operasional formal nampaknya mencapai kematangan pada fase adolescence,
sehingga mampu menyusun rencana-rencana, menyusun alternative dan menentukan
pilihan dalam hidup dan kehidupannya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahasan pada Bab sebelumnya, maka penulis
dapat menarik kesimpulan sebagai berikut
:
1.
Remaja dalam
pengertian umum diartikan sebagai masa baliq atau keterbukaan terhadap lawan jenis.
2.
Masa remaja adalah
merupakan masa peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa
kanak-kanak menuju dewasa.
3.
Menuru ciri-ciri
fisik, perkembangan mental dan seksualitsnya, remaja dapat digolongkan dalam
beberapa fase yaitu :
a.
Fase
Praremaja/Remaja Awal (usia 12-14 tahun)
b.
Fase Remaja/Remaja
Tengah (usia 14-18 tahun)
c.
Fase Adolescence/Remaja Akhir (usia 18-21 tahun)
4.
Setelah menginjak usia atau masa remaja, orang akan
mengalami berbagai masalah yang kompleks dan berbagai macam perubahan,
diantaranya bisa dilihat dari perkembangan fisik, perkembangan psikologis,
perkembangan perasaan, dan perkembangan berpikir.
B.
Saran
Masa
remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang
dimana dalam masa ini pikiran seseorang masih sangat peka dan gampak terperosok
kesebuah arah membelenggunya. Oleh karena itu diharapkan kepada para pembaca,
khususnya remaja untuk lebih berhati-hati dalam mengambil sebuah kesimpulan
guna menghindarkan diri dari perilaku remaja yang beresiko.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar , Syaifuddin, 2008. Konsep Diri Remaja, Jogjakarta :
Pustaka Pelajar
Mappiare,
Andi, 1982, Psikologi Remaja, Surabaya: Usaha Nasional.
Mubin dan Ani Cahyadi, 2006, Psikolgo Perkembangan,Ciputat,Quantum
Teaching.
Rumini & Sundari, 2004.
Perkembangan Anak Dan Remaja. Jakarta : Rineka
Cipta.
Yusuf, Syamsu. 2009. Psikologi
Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya.
